Tampilkan postingan dengan label ddit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ddit. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 April 2013

PENGENALAN ORDO SERANGGA







PENGENALAN ORDO SERANGGA
(Makalah Dasar-Dasar Perlindungan Tanaman)






Disusun oleh:
Kelompok 2
1.         Antonio                       11141310
2.         Chaldy Meidiansyah   11141310
3.         Dita Pratiwi                 1114131031
4.         Elvany Oktaviana       1114131035
5.         Endah Kurniasari        1114131037
6.         Metalia Febryani         1114131073
7.         Nani Saputri                1114131081
8.         Rini Pradita                 1114131099
9.         Tiar Agustina Tamba   1114131113
10.       Tri Agustam                1114131119
11.       Widya Agustin N.       1114131121   
12.       Yuda Saputra              1114131127




JURUSAN AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2013












PENGGOLONGAN SERANGGA

•       Kingdom                              : Animalia
•       Filum                                     : Arthropoda
•       Kelas                                     : Hexapoda
•       Ordo –ordo :
•       1. orthoptera                     6. Lepidoptera
•       2. Isoptera                          7. Diptera
•       3. Thysanopte ra              8.Coleoptera
•       4. Hemiptera                      9. Odonata
•       5. Homoptera                    10. Hymenoptera
ORDO ORTHOPTERA
(orthos = lurus, pteron = sayap; serangga bersayap lurus)
Ciri-ciri :
•       Sayap depan agak keras dan lurus yang disebut tegmen; sayap
•       belakang berbentuk seperti selaput (membran)
•       Alat mulut menggigit mengunyah dengan posisi hypognatus
•       Tipe metamorfosis paurometabola (telur nimfa
•       imago)
•       Fitofag (pemakan tumbuhan): belalang, jangkrik, orong-orong
•       Contoh: Belalang Pemakan Daun


Beberapa contoh hama penting dari ordo Orthoptera
•       1. Valanga nigricornis (Burm.) Famili Acrididae
•       Disebut juga sebagai belalang kayu atau belalang jati. Belalang ini
•       bersifat polifag
•       2. Sexava nubila, Famili Tettigoniidae (disebut sebagai belalang
•       pedang)
•       Hama penting tanaman kelapa di Sangihe-Talaud dan Ternate
•       Ovipositornya berbentuk seperti pedang
•       3. Gryllotalpa sp
•       Orong-orong atau anjing tanah, hama pada perakaran di tanah
•       Tungkai depan bertipe fusorial
ORDO ISOPTERA
 (iso = sama, ptera = sayap; serangga bersayap sama)
Ciri-ciri :
•       Serangga dewasa yang bersayap (kasta reproduktif) memiliki 2
                pasang sayap dengan bentuk dan ukuran yang sama
•       Antena bertipe moniliform (seperti manik-manik)
•       Alat mulut menggigit-mengunyah, metamorfosis paurometabola
•       Contoh : Famili Termitidae
•        Gejala akibat Rayap rayap tanah yang sangat umum dijumpai
•       di Indonesia, sering merusak stek tebu
•       (Macrotermes gilvus,)

ORDO THYSANOPTERA
(Thysanos = rumbai; serangga mempunyai sayap berumbai)
Ciri-ciri :
•       Ukuran tubuh kecil (beberapa mm), pipih (flat), dan umumnya berwarna hitam, sayap mempunyai rumbai
•       Alat mulut meraut-menghisap,biasanya trips hidup di celah-celah sempit seperti dalam lipatan-lipatan kuncup atau mahkota bunga

Gejala kerusakan
•       LANGSUNG: daun berbercak keperakan, kemudian menjadi coklat dan akhirnya gugur
•       TIDAK LANGSUNG: dapat menjadi vektor virus pada tanaman begonia, krisan (gejala daun mengeriting)




ORDO HEMIPTERA
(hemi = setengah; serangga bersayap depan dengan dua
bentuk berbeda
Ciri-ciri :
o Sayap depan setengah lunak, setengah keras (sayap hemilitron)
o Alat mulut menusuk-menghisap (haustelata)
o Metamorfosis: Paurometabola
Beberapa hama penting ordo Hemiptera :
1. Famili Pentatomidae
• Nezara viridula (kepik hijau) menyerang tanaman kedelai   dan kacang-kacangan
• Scotinophara vermicula [kepinding tanah (kepik berwarna
                hitam)] menyerang padi

•       2. Famili Alydidae
•       a) Leptocorisa oratorius (walang sangit) menyerang bulir padi dan
•       berbagai rumput gulma
•       b) Riptortus linearis (kepik polong) menyerang kedelai, kacang
•       hijau, kacang panjang
•       3. Famili Miridae
•       a) Helopelthis antonii menyerang kakao (daun dan buah), teh, kina
•       Beberapa famili yang menjadi predator :
•       Famili Belostomatidae
•       Famili Reduviidae


ORDO HOMOPTERA
homo = sama; serangga bersayap sama)
                Ciri-ciri :
•       Alat mulut menusuk menghisap
•       Sayap depan menebal atau seperti selaput, sayap belakang seperti
                selaput. Pada waktu istirahat letak sayap dalam posisi seperti atap
                rumah di atas tubuhnya
•       Antena pendek, seperti benang atau rambut kaku, namun pada
                beberapa famili antena relatif panjang
•       Metamorfosis: Paurometabola
•       Banyak spesies, yang selain menjadi hama, juga menjadi vektor virus
Homoptera terbagi menjadi 2 (dua) golongan :
•       1. Golongan Auchenorrhyncha (wereng)
•       Famili : Flatidae, Delphacidae, Jassidae, Membracidae
•       Contoh hama kelompok ini :
•       a. Nilaparvata lugens (famili Delphacidae) = Wereng batang
•       cokelat.
•       Habitat pada pangkal batang padi, pola perkembangbiakan,
•       biotipe, siklus hidup 3-4 minggu.

•       Siklus hidup wereng cokelat
•       Telur ( bentuk seperti sisir pisang pada jaringan batang yang
•       masih muda; 7-10 hari)
•       Nimfa 8-17 hari (antena seperti rambut; nimfa dialami selama
•       beberapa instar)
•       Imago ( lama hidup 18-28 hari, bersayap disebut macroptera,
•       bersayap pendek disebut brachyptera

               
•       b. Sogatela furcifera (famili Delphacidae) = Wereng punggung putih
•       Bentuk seperti wereng coklat, bukan hama penting
               
                c. Nephotettix spp. (famili Jassidae) = Wereng hijau
•       Kerusakan langsung relatif tidak berarti, vektor virus Tungro
•       d. Recilia dorsalis (famili Jassidae) = Wereng loreng/zig-zag
•       Leafhopper bukan hama penting saat ini

2. Golongan Sternorryncha (kutu tanaman)
•       Famili : Psyllidae, Aleyrodidae, Aphididae, Diaspididae,
•       Pseudococcidae, Coccidae
•       Contoh hama dari kelompok ini :
a) Diaphorina citri (famili Psyllidae); hama kutu loncat pada jeruk
    dan anggota famili Rutaceae lainnya; sebagai vektor virus CVPD
    pada jeruk
b) Heteropsylla cubana (famili Psyllidae); nama umum: kutu loncat
    lamtoro
c) Bemisia tabaci (famili Aleyrodidae); kutu kebul sebagai vektor
    virus pada tanaman ke
d) Aleurodicus destructor (famili Aleyrodidae); kutu kapuk pada
    kelapa
e) Aleurodicus dispersus = polifag, kutu kapuk pada jambu biji, dll
f) Aphis gossypii (famili Aphididae); kutu daun, vektor virus pada
   kacang- kacangan
g) Aphis cracivora (famili Aphididae); kutu daun, vektor virus pada
   kacang- kacangan
h) Coccus viridis (famili Coccidae); kutu tempurung pada kopi,
cengkeh jeruk Imago tidak berpindah tempat sehingga tungkainya tidak ada
i) Planococcus lilacinus (famili Pseudococcidae); daun tanaman  kelapa
j) Aspidiotus destructor (famili Diaspididae); hama daun tanaman kelapa
k) Lapidosaphes beckii (famili Diaspididae); kutu perisai, hama pada jeruk
    Imago tidak berpindah tempat sehingga tungkainya tidak ada

ORDO LEPIDOPTERA
(Lepidos = sisik)
•       Ciri-ciri :
•       Sayap depan dan seluruh tubuhnya bersisik, sisik inilah yang memberi warna pada sayap
•       Serangga dewasa tidak menjadi hama, yang menjadi hama adalah larvanya
•       Larva berbentuk ulat (tipe eruciform) mempunyai tungkai palsu
•       (false leg) sebanyak 5 pasang di abdomen
•       Tungkai sejati terdapat pada toraks
•       Metamorfosis Holometabola

Sifat hidup larva
•       Pemakan daun, bunga, buah
•       Penggerek batang dan buah
•       Pemakan akar dan buah
•       Predator pada berbagai jenis kutu tanaman (Eublema)
Lepidoptera terbagi menjadi 3 (tiga) golongan :
•       1. Golongan Kupu-kupu (butterfly), aktif siang hari (Diurnal)
•       2. Golongan Skipper, aktif petang hari (Krepuskular)
•       3. Golongan Ngengat (moth), aktif malam hari (Nokturnal)

Contoh hama penting dari Ordo Lepidoptera
1)            Famili Sphingidae
2)            Famili Psychidae; menyerang daun jambu air
                membentuk kantung ditutupi oleh permukaan daun, gejala kerusakan
                daun berlubang
3)            Famili Limacodidae; berwarna hijau, terdapat pada daun kelapa.
                Tungkai memiliki banyak rambut
4)            Famili Papilionidae; berwarna hijau, terdapat pada kuncup daun jeruk.
                Sayap Imago memiliki papil
5)            Famili Hesperiidae; Ulat penggulung daun pisang
6)            Famili Pyralidae; hama pada tanaman padi
7)            Famili Noctuidae

ORDO COLEOPTERA
(Coleos = seludang
Ciri-ciri :
•       Sayap depan berbentuk seperti seludang, keras dan tebal disebut
                elitron
•       Alat mulut menggigit mengunyah dimiliki oleh larva dan imago; Larva dan imago keduanya menjadi hama atau predator
•       Hama : pemakan daun, bunga dan buah; penggerek batang; pemakan akar
•       Predator : memangsa berbagai jenis serangga lain yang berukuran lebih kecil, terutama kutu tanaman
•       Metamorfosis holometabola

Famili yang menjadi hama :
•       1. Coccinellidae (kumbang kubah)
•       2. Cerambycidae; memiliki antena panjang    sebagai hama penggerek kayu
•       3. Scarabaeidae, Dynastinae (kumbang badak); hama pada tanamankelapa
•       4. Curcullionidae (kumbang  Sagu); hama pada tanaman sagu

ORDO DIPTERA
(Di = dua; Serangga bersayap dua)
Ciri-ciri :
•       Sayap 1 pasang, sayap belakang berubah menjadi halter
•       Metamorfosis holometabola
•       Larvanya ada yang menjadi hama, predator, parasit
•       Hama : penggerak batang dan penggerek daun
•       Predator: memangsa kutu-kutu tanaman terutama famili Aphididae
                (kutu daun)
•       Imago menghisap cairan pada tanaman yang membusuk

•       Terdiri dari 2 (dua) subordo
•       (berdasarkan morfologi)
•       1) Sub ordo Nematocera; Nyamuk [antena panjang]
•       2) Sub ordo Cyclorrapha; Lalat [antena pendek]
•       3) Sub ordo Brachycera

ORDO ODONATA
•       Ordo Odonata (bangsa capung/kinjeng)
Memiliki anggota yang cukup besar dan mudah dikenal. Sayap dua pasang dan bersifat membranus. Pada capung besar dijumpai vena-vena yang jelas dan pada kepala dijumpai adanya mata facet yang besar.
Metamorfosis tidak sempurna (Hemimetabola), pada stadium larva dijumpai adanya alat tambahan berupa insang dan hidup di dalam air.

ORDO HYMENOPTERA
(Hymen = selaput; Serangga bersayap selaput)
Ciri-ciri :
•       Sayap seperti selaput tipis
•       Metamorfosis : Holometabola
•       Bersifat sebagai hama (sebagian kecil), parasit, dan predator serta penyerbuk
•       Hama : Kerawai daun (leafcutter bees)
•       Parasit : Larva memarasit berbagai jenis serangga dari ordo
•       Homoptera, Coleoptera, Diptera dan Hymenoptera
•       Predator : memangsa berbagai jenis serangga
•       Penyerbuk : jenis lebah, tetapi imago parasit pun dapat
•       berperan sebagai penyerbuk

•       Anggota-anggotanya dikenal sebagai predator pada beberapa jenis serangga kecil yang termasuk hama, seperti beberapa jenis trips, wereng, kutu loncat serta ngengat penggerek batang padi
•       Contoh ordo Hymenoptera: Semut dan lebah

PERKEMBANGAN SERANGGA
  1. Embrionik (di dalam telur)
      - Ovipar
      - Ovovivipar
      - Vivipar
                Cara Perkembangbiakan
                - Seksual
                - Partenogenesis  à bertelur  tanpa dibuahi
B. Pasca Embrionik (setelah telur menetas)
                Telur menetas à Serangga muda (mengalami serangkaian perubahan bentuk dan ukuran, disebut metamorfosis) menjadi serangga dewasa

METAMORFOSIS
  1. Ametabola (Tanpa Metamorposis)
Bentuk luar serangga pradewasa (gaead) serupa dengan imagonya, kecuali ukuran dan kematangan alat kelamin. Gaead dan imago biasanya hidup pada habitat sama. Contoh : ordo Thysanura (kutu buku).
B. Paurometabola
Bentuk umu serangga pradewasa menyerupai serangga dewasa tetapi terjadi perbahan bentuk dan ukuran pada serangga dewasa seperti terbentuknya sayap dan alat kelamin. Contoh : Ordo Hemiptera

C. Holometabola (metamorfosis sempurna/lengkap)
•       Telur(menetas) ->larva ->pupa ->Imago
->serangga pradewasa (larva dan pupa) memiliki bentuk yang sangat berbeda dengan imago
->larva biasanya menempati habitat dan makanan yang berbeda dengan imagonya.
->Pupa terdapat dalam kokon, puporium, atau tidak terlindungi/terbuka
Contoh : Ordo Diptera (lalat,nyamuk), ordo Lepidoptera(kupu-kupu), ordo coleoptera(kumbang), ordo Hymenoptera (semut,lebah).


Contoh nama-nama gulma teki, daun lebar, daun sempit


1. Oxalis barrelieri L. ( Daun Lebar)
Nama umum
Indonesia: Belimbing tanah, blimbing-blimbingan (Jawa), cacalincingan (Sunda)
Klasifikasi
Kingdom
Plantae (Tumbuhan) Subkingdom
Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi
Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi
Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas
Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Sub Kelas
Rosidae Ordo
Geraniales Famili
Oxalidaceae (suku belimbing-belimbingan) Genus
Oxalis Spesies
Oxalis barrelieri L.
Deskripsi :
Akar
: memiliki akar tunggang.
Batang : batang pada tanaman ini tegak merayap dengan panjang 0,1-1,4 cm. Daun
daun pada tanaman ini memiliki tangkai daun panjang 1,5-10 cm, pada pangkalnya melebar menjadi pelepah, dan anak daun berbentuk jantung terbalik, panjang dan lebar 0,5-5 cm. Bunga
bunga yang dimiki dalam paying tunggal diketiak dengan 2-8 bunga, daun mahkota kuning dengan pangkal hijau, panjang 3-8 mm, benang sari di depan mahkota daun lebih pendek dari pada lima lainnya, tangkai putik berdaun. Buah
tanaman ini memiliki tangkai buah bengkok, buah tegak berbentuk garis dengan ujung menyempit, panjang ± 2 cm dengan celah membujur, elastis membuka menurut ruang. Habitat : tempat tumbuh di tegalan, kebun, sepanjang tembok dan pagar, tanggul kecil dan jalan setapak di hutan, tumbuh baik pada ketinggian mencapai 1300 m dpl. Perbanyakan : perbanyakan secara generatif, dengan biji. Pengendalian : pengendalian dilakukan dengan pemberian herbisida trifuralin dengan dosis 2-8 kg bahan aktif/ha. Bila terdapatdalam jumlah banyak maka yang digunakan adalah velapon 50 EC. Sementara metil Bromida Rofan dan daramut setelah fangasi terhadap media tumbuh.

2. Cyperus kyllingia (Teki)

Nama umum
Indonesia: Rumput kenop, wudelan.
Klasifikasi
Kingdom
Plantae (Tumbuhan) Subkingdom
Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi
Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi
Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas
Liliopsida (berkeping satu / monokotil) Sub Kelas
Commelinida Ordo
Cyperales Famili
Cyperaceae Genus
Cyperus Spesies
Cyperus kyllingia
Deskripsi :
Akar
memiliki rimpang (umbi) menjalar, berbentuk kerucut yang besar pada pangkal, kadang melekuk, warna coklat, berambut halus dengan diameter 5-10 mm. Batang
batangnya berbentuk segitiga, padat, licin, tumpul, berdiameter 1-1,5 mm panjang 5-45 cm. Daun
daun pada tanaman ini terdiri dari 4-10 helei berjejal pada pangkal batang membentuk roset akar dengan pelepah daun tertutup tanah, helaian daun berbangun pita, bertulang sejajar, tepi rata, permukaan atas berwarna hijau mengkilap dengan panjang 10-60 cm dan lebar 2-6 mm. Bunga
bunga berbentuk bulir dengan 3-10 bulir kecil yang mempunyai 8-25 bunga yang berkumpul membentuk payung, warna kuning /coklat kuning. Buah
buah yang terdapat adalah tipe buah batu, kecil, bentuk memanjang sampai bulat telur terbalik. Habitat : tanaman ini tumbuh liar di tempat terbuka / sedikit terlindung dari sinar matahari dan pada ketinggian 1-1000 m dpl pada bermacam-macam tanah.
Perbanyakan
perbanyakan dapat secara generatif, dengan biji dan vegetatif, rimpang (stolon ). Pengendalian : dengan cara kimiawi, 2 lb MSMA ditambah 1 lb 2,4-D dan 1 Pt Surfactant dalam 40 galon air diberikan dalam interval satu minggu atau penyemprotan Roundup dosis 100-120 setiap 15 liter air atau paracol dosis 100-120 cc tiap 15 liter air

3. Eichornia crassipes (Berdaun lebar)
Nama ilmiah     : Eichornia crassipes 
Nama umum     : Eceng gondok
Famili               : Pontederiaceae
Ciri utama        
1.    Batang       : tidak mempunyai batang
2.         Daun         : daunnya tunggal dan berbentuk oval, ujung dan pangkalnya meruncing, pangkal tangkai daun menggelembung, permukaan daun licin dan berwarna hijau
3.         Biji            : biji berbentuk bulat dan berwarna hitam
4.         Bunga       : bunganya termasuk bunga majemuk,berbentuk bulir, kelopaknya berbentuk tabung
5.         Akar         : akarnya serabut
Habitat             : eceng gondok dapat hidup bebas di permukaan air dan berakar di dasar kolam atau rawa jika airnya dangkal


4. Cyperus cyperoides (Teki)
Nama ilmiah     : Cyperus cyperoides
Nama umum     : Pako
Famili               : Cyperaceae
Divisi
:
Magnoliophyta
Kelas
:
Liliopsida
Bangsa
:
Cyperales
Suku
:
Cyperaceae
Marga
:
Cyperus

Ciri utama        
1.  Batang       :
        Berbentuk persegitiga, lurus tegak dengan tinggi mencapai 20-75 cm, dengan diameter 1-3 mm
2.      Daun         : 
        Berbentuk lanset dan mempunyai pelepah, bentuk daun makin keujung makin runcing, licin, dan bewarna hijau.
3.      Biji            : bulat telur putih kehijauan
4.      Bunga       : terminalis, dimana muncul pada ujung batang, bentuk sederhana, spikelet silindris.
5.      Akar         : memiliki akar serabut
Habitat             : di tempat terbuka maupun teduh contohnya padang rumput, hutan sekunder, pinggir jalan, semak belukar, tepi sungai, perkebunan kelapa. Dapat tumbuh pada ketinggian tanah dari 0-2000 m dpl.

5. Cynodon dactylon
Nama Indonesia : Grintingan, Kakawatan
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
     Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
         Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
             Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
                 Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
                     Sub Kelas: Commelinidae
                         Ordo: Poales
                             Famili: 
Poaceae (suku rumput-rumputan)
                                 Genus: 
Cynodon
                                     Spesies: Cynodon dactylon (L.) Pers.
Cynodon dactylon dapat dideskripsikan: memiliki terna bertahunan yang berstolon,merumput dengan rimpang bawah tanah menembus tanah sampai kedalaman 1m atau lebih bahkan ada literature yang menjelaskan sampai padakedalaman 2 m. Lamina melancip-memita, berlapis lilin putihkeabu-abuan tipis di permukaan bawah, gundul atau berambut padapermukaan atas. Pelepah daun panjang, halus, berambut atau gundul;ligula tampak jelas berupa cincin rambut-rambut putih. Bunga tegak,seperti tandan. Bijinya membulat telur, kuning sampai kemerahan (www.proseanat.org).

Habitatnya Cynodon dactylon adalah tumbuh paling bagus pada suhu di atas 24 °C. Jenis initoleran terhadap kekeringan. Tumbuh paling baik pada tanahberdrainase baik tetapi toleran terhadap banjir yang berkepanjangan.Toleran terhadap kisaran pH tanah yang luas, tetapi pH optimal adalahdi atas 5.5. Juga toleran terhadap kesuburan tanah yang rendah tetapitidak toleran terhadap naungan.

Penyebarannya selaindari akar yang dapat membuat rimpang dengan cepat juga melalui buah.Penyebaran buah ini yang dapat meluas.

6. Imperata cylindrica
Nama Indonesia : Alang-alang, ilalang


7. Phyllanthus urinaria L.
Meniran
Phyllanthus niruri L.
Sinonim
Phyllanthus urinaria L.


Nama umum
Indonesia:
Meniran
Melayu:
Dukung anak
Pilipina:
Sampa sampalukan

Meniran

Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
     Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
         Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
             Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
                 Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
                     Sub Kelas: Rosidae
                         Ordo: Euphorbiales
                             Famili: Euphorbiaceae
                                 Genus: Phyllanthus
                                     Spesies: Phyllanthus niruri L.
Morfologi
Merupakan tanaman semak, tanaman semusim, dengan tinggi mencapai 20-60 cm.

Batang

Batang masif, bulat licin / basah, tidak berambut, diameter 3 mm, berwarna hijau dengan tinggi kurang dari 50 cm.

Daun

Mempunyai daun yang bersirip genap setiap satu tangkai daun terdiri dari daun majemuk yang mempunyai ukuran kecil dan berbentuk lonjong. Daun berseling, anak daun 15-24, berwarna hijau, bentuk bulat telur, panjang 1,5 cm dan lebar 7 mm, tepi rata, ujung tumpul, pangkal membulat.
Bunga
Bunga berwarna putih, tunggal, dekat tangkai anak daun dan menghadap kearah bawah.
Buah
            Buah kotak, bulat, diameter 2 mm, berwarna hijau keunguan.
Biji
Biji kecil, keras, berwarna coklat.
Kandungan Kimia
Senyawa kimia yang terkandung dalam tumbuhan Meniran antara lain zat filantin, hipofilantina, kalium, mineral, damar, tanin (zat penyamak).
Tempat Tumbuh
Meniran tumbuhan berasal dari daerah tropis yang tumbuh liar di hutan-hutan, ladang-ladang, kebun-kebun maupun pekarangan halaman rumah, pada umumnya tidak dipelihara, karena dianggap tumbuhan rumput biasa. Meniran tumbuh liar di tempat lembab dan berbatu, seperti di sepanjang saluran air, semak-semak.
Ketinggian Tempat :  Meniran tumbuh subur ditempat yang lembab pada dataran rendah sampai ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut.
8. Cleome rutidosperma DC 
Sinonim                                  : C. Ciliata Schum. & Thonn.
Suku                                       : Capparidaceae
Nama lokal                             : Maman (M), Mamam (J).
Uraian umum                                    :
            Tumbuhan lunak dan pendek, biasanya tumbuh rapat dan mengelompok sepanjang jalur tanaman karet belum menghasilkan maupun yang telah menghasilkan. Tanda pengenalanya adalah buahnya berbentuk pedang dengan ujung yang runcing.
Pertelaan Botani                    :
Batang                        : Bersegi dan berbulu halus, tumbuh tegak atau melengkung, tingginya 5-80 cm, agak lunak/lemas, membentuk percabangan yang banyak dan tersebar, daun-daun yang terdapat di sebelah atas bertangkai lebih pendek.
Daun               : Majemuk dengan tiga anak daun tak bertangkai, bentuk anak daun bulat panjang dengan pangkal yang lancip dan ujung runcing, permukaannya berbulu halus, ukurannya 2-5 cm panjang dan 0,5-2,5 cm lebar, tangkai daun majemuk berbulu dan berukuran 1,5-5 cm.
Bunga             : Tumbuh sendiriandari ketiak daun, daun kelopak berbulu halus, dan tajuk panjangnya 9-12 mm (termasuk 2-3 mm berbentuk cakar), warnanya mula-mula biru ungu kemudian berubah menjadi merah muda, tangkai bunga 2-3 cm.
Buah               : Berbentuk menyerupai pedang dengan ujung yang runcing, panjangnya 5-7 cm dan lebar 4-5 mm, panjang tangkai di atas bekas tempat daun tajuk 8-12 mm, berbiji banyak.
Biji                   : Kecil, berpenampang 1,75-2 mm, mempunyai elaiosom keputih-putihan, permukaannya tidak rata, warnanya cokelat kehitam-hitaman.





9.
Kucing Kucingan
(Acalypha indica L.)
Sinonim :
A. australis L.
Familia :
euphorbiaceae.
Uraian :
Kucing-kucingan merupakan gulma yang sangat umum ditemukan tumbuh liar di pinggir jalan, lapangan rumput, maupun di lereng gunung. \
Herba semusim, tegak, tinggi 30-50 cm, bercabang dengan garis memanjang kasar, berambut halus. Daun tunggal, bertangkai panjang, letak tersebar.
Helaian daun berbentuk bulat telur sampai lanset, tipis, ujung dan pangkal runcing, tepi bergerigi, panjang 2,5-8 cm, lebar 1,5-3,5 cm, berwarna hijau.
 Bunga majemuk, berkelamin satu, keluar dari ketiak daun, kecil-kecil, dalam rangkaian berbentuk bulir. Buahnya buah kotak, bulat, hitam.
Biji bulat panjang, berwarna cokelat.
Akarnya akar tunggang, berwarna putih kotor. Akar tumbuhan ini sangat disukai oleh kucing dan anjing, yang dikonsumsi dengan cara dikunyah. Kucing-kucingan dapat diperbanyak dengan biji.