Kamis, 04 April 2013

LAPORAN KUNJUNGAN LAPANG (FIELD TRIP) ke PERKEBUNAN TEH GUNUNG MAS, BALITSA, dan TAMAN WISATA MEKARSARI









LAPORAN KUNJUNGAN LAPANG (FIELD TRIP) ke PERKEBUNAN TEH GUNUNG MAS, BALITSA, dan TAMAN WISATA MEKARSARI
(Tugas Mata Kuliah Dasar-dasar Budidaya Tanaman)



Oleh:
Fadloli Akhmad
1114131043




 

JURUSAN AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2013







I. PENDAHULUAN


A.        Latar Belakang

Field Trip adalah sebuah perjalanan lapangan atau ekskursi, yang dikenal sebagai perjalanan sekolah. Pengertian lainnya field trip adalah perjalanan oleh sekelompok orang ke tempat yang jauh dari lingkungan yang normal mereka. Tujuan perjalanan biasanya pengamatan untuk penelitian pendidikan, non-eksperimental atau untuk menyediakan siswa dengan pengalaman luar kegiatan sehari-hari.
Field trip yang dilakukan adalah untuk mengetahui cara budidaya tanaman khususnya hortikultura. Dalam pertanian, budidaya merupakan kegiatan terencana pemeliharaan sumber daya hayati yang dilakukan pada suatu areal lahan untuk diambil manfaat/hasil panennya. Kegiatan budidaya dapat dianggap sebagai inti dari usaha tani.
Usaha budidaya tanaman mengandalkan pada penggunaan tanah atau media lainnya di suatu lahan untuk membesarkan tanaman dan lalu memanen bagiannya yang bernilai ekonomi. Bagian ini dapat berupa biji, buah/bulir, daun, bunga, batang, tunas, serta semua bagian lain yang bernilai ekonomi. Kegiatan budidaya tanaman yang dilakukan dengan media tanah dikenal pula sebagai bercocok tanam.
Dalam kegiatan praktek lapang mahasiswa Agribisnis diutamakan pada tanaman holtikultura yang teknik budidaya yang baik dan juga pemasaran tanaman dan hasil tanaman. Field trip ini bertempat di Provinsi Jawa

Barat,. Disana banyak terdapat sentra pertanian terutama tanaman hortikultura seperti sayuran, dan buah dan juga sentra perkebunan seperti the. Setelah mengenal beberapa tanaman yang akan dibudidayakan untuk setiap daerah, dan mahasiswa Agribisnis diharpkan mengetahui  teknik budidaya yang efektip dan efisian serta mendapatkan produktipitas yang optimum serta pemasarannya.

B.        Tujuan
Adapun tujuan dari pembutan laporan ini adalah sebagai berikut yaitu:
1.      Mengetahui informasi tentang Perkebunan Teh Gunung Mas PTPN VIII Jawa Barat.
2.      Mengetahui informasi tentang Balai Penelitian Tanaman Sayuran (BALITSA).
3.      Mengetahui informasi tentang Taman Wisata Mekarsari.












II. PEMBAHASAN


A.        Perkebunan Teh Gunung Mas PTPN VIII

Perkebunan teh Gunung Mas Puncak terletak pada daerah yang sejuk di ketinggian 800 – 1200 meter Dari Atas Permukaan laut dengan suhu rata – rata 18 – 22 °C, menjadikan Gunung Mas sebuah tempat yang nyaman untuk beristirahat dan berekreasi atau sekedar melepas penat dari kesibukan sehari hari. Perkebunan Teh Gunung Mas Puncak,merupakan salah satu perkebunan teh terluas di Jawa Barat. Menuju kawasan ini,dibutuhkan waktu berkisar 1,5-2 jam perjalanan via tol Jagorawi dari Jakarta atau berjarak kurang lebih 87 KM. Atau persisnya berada di posisi setelah pertigaan Taman Safari Indonesia dan sebelum Mesjid Atta’awun Puncak Pas yang berada di KM 90 Jl. Raya Puncak.
Kawasan yang dikelola PTPN 8 itu memiliki luas 540 ha yang mencakup dari Kecamatan Cisarua dan Kecamatan Megamendung. Dulunya wilayah ini lebih luas, tapi semakin lama semakin menyusut lantaran lahannya dipinjam alih penduduk Jakarta untuk membuat Villa.
Perkebunan Teh Gunung Mas berdiri pada tahun 1910 namun sudah mulai ditanami teh pada tahun 1896. Didirikan oleh perusahaan Belanda dan Perancis dengan nama Gunung Mas Franchois Netherlandis.
Di perkebunan teh Gunung Mas cara pembudidayaan tanaman dilakukan dengan dua cara yaitu:
a.       Generatif, dengan biji
b.      Vegetaif, dengan stek daun atau batang.

Perkembangbiakan dengan cara generatif mempunyai akar yang kuat sehingga umurnya dapat betahan lama, namun kelemahannya yaitu membutuhkan waktu enam tahun untuk berbunga dan biji tidak sama dengan induk.
Sedangkan perkemabangbiakan dengan cara vegetaif tidah membutuhkan waktu yang lama untuk berbunga, kemudian anakan sifatnya mirip dengan tanaman induknya. Sedangkan kelemahannya adalah tidak mempunyai akar yang cukup kuat sehingga umur tanaman relaif tidak dapat bertahan lama.
Di perkebunan teh Gunung Mas juga dilakukan pemangkasan tanaman teh. Adapun tujuan dari pemangkasan ini adalah sebagai berikut:
a)      Memelihara bidang petik tetap rendah untuk memudahkan pemetikan
b)      Mendorong pertumbuhan tanaman teh agar tetap pada fase egaraye.
c)       Membentuk bidang petik (frame) seluas mungkin.
d)       Merangsang pertumbuhan tunas-tunas baru.
e)       Meminimalkan formasi pucuk burung.
f)        Membuang cabang-cabang yang tidak produktif.
g)       Mengatur fluktuasi produksi harian pada masa flush dan masa minus (kemarau).
Kemudian untuk mengendalikan OPT menggunakan bahan organik sehingga perkebunan gunung mas mendapatkan sertifikat HACCP.
Petikan pucuk teh juga mempunyai aturan sebagi berikut:
P+1 = Pecco + 1 kuncup daun helai muda
P+2 = Pecco + 2 kuncup daun helai muda
P+3 = Pecco + 3 kuncup daun helai muda
P+4 = Pecco + 4 kuncup daun helai muda
P+5 = Pecco + 5 kuncup daun helai muda
Kualitas I adalah P+1. P+2, P+3
Kualitas II adalah P+4, P+5
Kualitas III adalah dibawah P+5

Proses Pembuatan Teh di Pabrik Perkebunan Gunung Mas PTPN VIII
1. Tahap Pelayuan
egaray segar yang telah dipetik melalui tahap pelayuan. Pada tahap ini, egaray dilayukan dengan melakukan pemanasan selama 10-24 jam agar kadar air yang terkandung berkurang 65-70 persen. Pemanasan dilakukan dengan mengalirkan udara panas. Hal ini dilakukan agar egaray dapat digiling dengan baik.
2. Tahap Penggilingan
Selanjutnya, egaray yang telah dilayukan masuk pada tahap penggilingan. Pada tahap ini, egaray digiling untuk memecah sel-sel daun. Pemecahan egaray disesuaikan dengan kebutuhan atau permintaan pasar. egaray ada yang digiling kasar dan ada yang digiling sampai menjadi serbuk. Mesin yang digunakan adalah CTC (Crushing Tearling Curly).
3. Tahap Oksidasi (  Fermentasi )
egaray yang telah digiling disimpan pada tempat atau ruangan khusus yang bersih dan bebas bau. Dimasukkan ke mesin CFU ( Continous Fermentasi Unit ) selama 60-90 menit dengan kelembaban ruangn min 95%  dengan suhu 19-20 0 C. Pada tahap ini, egaray dibiarkan mengalami oksidasi. Tujuan dilakukan fermentasi adalah untuk memperoleh citarasa yang alami seperti rasa, warna, dan aroma.
4. Tahap Pengeringan
Menggunakan mesin FBD (Fluid Bed Dryer) selama 15-18 menit, suhu didalam alat berkisar 110-120 0 C supaya kandungan air didalam daun berkurang.
Tujuan dilakukan pengeringan adalah :
                        a. Menghentikan fermentasi.
                        b. Supaya lebih tahan lama.
                        c. Untuk memperoleh kadar air  2,5-3,5%.
                        d. Untuk menghentikan bakteri mikroba, TVC, Jamur, Salmonela.
5. Tahap Penyortiran
Untuk memisahkan kualitas 1, 2, dan 3 setelah pengeringan dan memisahkan partikel-partikel yang tidak diinginkan konsumen.
Kualitas I ( ekspor )
BP 1    = Broken Pecco 1                    PD       = Pecco Dust
PF        = Pecco Fanny                                    D 1      = Dust 1
F          = Fanny
Kualitas 2
D 2      = Dust 2
BM 1   = Broken Mix 1
Kualitas 3
BM 2   = Broken Mix 2
RMIP

Jenis-jenis Teh Berdasarkan Proses Pembuatan Teh 
Teh yang berasal dari dari tanaman Camellia sinensis ini terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan salah satu proses pembuatan teh, yaitu tingkat oksidasinya.
1. Proses Pembuatan Teh Hitam
Teh jenis ini paling banyak dikonsumsi di wilayah Asia, termasuk Indonesia.Proses pembuatan teh hitam paling lama mengalami oksidasi selama dua minggu sampai satu bulan sehingga teh ini menjadi tahan lama saat disimpan. Selain itu, teh hitam memiliki aroma yang wangi.
2. Proses Pembuatan Teh Hijau
Proses pembuatan teh jenis ini diawali dari pucuk egaray segar yang langsung dilayukan dengan melakukan pemanasan. Karena sedikit mengalami oksidasi, teh ini akan terasa lebih pahit. Teh hijau memiliki manfaat untuk kesehatan, salah satunya untuk menurunkan berat badan.
3. Proses Pembuatan Teh Putih
Jenis teh ini diperoleh dari pucuk egaray segar yang masih muda. Proses pembuatan teh ini diolah tanpa mengalami oksidasi dan dikeringkan. Sesuai dengan namanya, teh ini berwarna putih layu dan beraroma lembut.

B.        Balai Penelitian Tanaman Sayuran (BALITSA)

Sejarah BALITSA
Balai Penelitian Tanaman Sayuran atau lebih dikenal dengan sebutan Balitsa, merupakan salah satu lembaga pemerintah dan unit pelaksana teknis Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian yang berada dibawah serta bertanggung jawab langsung kepada Pusat Penelitian dan Pengembangan Pertanian Hortikultura. Lembaga tersebut terletak dikaki Gunung Tangkuban Perahu, Lembang, Bandung. Dengan ketinggian 1250 diatas permukaan laut (Dpl). Dilihat dari segi geologisnya, jenis tanah dikawasan tersebut merupakan tanah andosol yang dipengaruhi oleh tipe iklim B dengan suhu rata-rata harian berkisar antara 19-24° C serta curah hujan 2.207,5 mm/tahun.
Lembaga ini didirikan pada tahun 1939 oleh Pemerintah Belanda dengan tujuan untuk mendukung dibidang Pertanian dan Perkebunan. Nama lembaga ini adalah Prust Trein sebagai Kebun Percobaan Tanaman Serta Pemberantasan Hama Penyakit (Institut Voor Plants Richten) yang berpusat di Bogor. Sejak awal, lembaga ini sudah melakukan banyak penelitian untuk meningkatkan kualitas dan kwantitas berbagai jenis tanaman. Namanya pada saat itu adalah Balai Penelitian Tehnik Pertanian (Culture Institute) yang kemudian pada tahun 1942-1945 berubah menjadi Culture Technish Institute ( Burten Norg Bogor) atau Kebun Percobaan Margahayu yang menjadi Prust Trein Margahayu.
Pada sekitar tahun 1945-1950 pemerintah sedang berada dalam keadaan vakum sehingga menyebabkan kevakuman juga terhadap lembaga ini. Kemudian pada tahun 1950-1960 lembaga ini berganti nama kembali menjadi Kebun Percobaan Margahayu yang berpusat di Pasar Minggu Jakarta Selatan dan mulai melakukan kegiatannya kembali. Pada sekitar tahun 1967-1980 lembaga ini dijadikan sebagai salah satu cabang Lembaga Penelitian Hortikultura sehingga pada tanggal 20 Maret 1981 namanya kembali berubah menjadi Lembaga Penelitian Tanaman Pangan(BPTP).
Pada tanggal 31 Juli 1982 Menteri Pertanian RI yaitu, Prof. Ir. Sudarsono Hadisaputra meresmikan BPTP menjadi Balai Penelitian Hortikultura (BPHL) di Lembang Bandung. BPHL pada saat itu terdiri dari satu Sub bagian Tata Usaha, satu Sub bagian Penelitian Hortikultura Segunung dan Kelompok Peneliti ( Kelti) disamping itu juga membawahi langsung Instalasi-instalasi Kebun Percobaan Lembang, Cikole, Pangragajian dan Margahayu Kabupaten Bandung dan kabupaten Subang. Laboratorium dan Bengkel Peralatan. Berdasarkan keputusan Menteri No. 769 Kep/OT.210/XII/ 90 pada tanggal 13 Desember 1994 Balai Penelitian Hortikultura Lembang berubah menjadi Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) yang mengalami perubahan tugas lebih khusus ditujukan untuk meneliti Tanaman Sayuran. Dan terakhir pada tahun 2002 mendapat perubahan mandat sesuai Keputusan Menteri Pertanian No.74 Kep/OT.240/I/2002, tentang organisasi dan Tata Kerja Balitsa yang terdiri dari Sub bagian Tata Usaha, Seleksi Pelayanan Teknis, Seksi Jasa Penelitian, Satu Kebun Percobaan Subang.

Lokasi BALITSA
1. Letak Geografis
Balitsa terletak di Jl. Tangkuban Parahu 517 Cikole, Lembang, Bandung, Jawa Barat. Secara geografis BALITSA terletak pada koordinat antara 107° 36’ 32’’ dan 107° 36’ 33’’ BT dan antara 6° 30’ 46’’ dan 6° 30’ 49’’ LS dengan ketinggian tempat 1250 m dpl.
2. Letak Topografi
Topografi dari BALITSA Lembang yaitu bergelombang dan berbukit yang merupakan bagian dari jajaran pegunungan Tangkuban Parahu. BALITSA berjarak ± 25 km dari kota Bandung egara utara atau ±5.5 km dari kecamatan Lembang egara utara timur. Disebelah timur, BALITSA dibatasi Jalan Raya Lembang menuju Subang., sebelah selatan dibatasi Desa Cibogo, sebelah Barat dibatasi perkampungan Cibedug dan sebelah utara dibatasi jalan Cikole-Cibedug. Dari Bandung ± 1 jam ke BALITSA, sedangkan dari Lembang ± 15 menit. Transportasi yang dapat digunakan adalah ojek, angkutan kota, bis dan taksi. 
3. Keadaan Wilayah 
Balitsa terletak pada formasi geologi QYT (Quartet Young Tuff), formasi yang terbentuk akibat letusan gunung tangkuban perahu, dengan bahan induk breksi pasir tufaan, lapili, bom, lava, berongga, kepingan-kepingan andesit, basalt, padat yang bersudut dengan banyak bongkahan-bongkahan dan pecahan-pecahan batu apung yang berasal dari gunung Tangkuban Perahu. 
Secara fisiografi Balitsa termasuk dalam zona fisiografi depresi Bandung (dimana terbentuk karena terjadinya runtuhan pada bagian tengah atau puncak pada saat terjadi pengangkatan/pelengkungan). Akibat runtuhan tersebut muncul kompleks gunung Tangkuban Perahu. 

Jenis tanah yang terdapat di Balitsa Lembang yaitu jenis tanah Andosol dengan Ph antara 5,5-7 yang berasal dari vulkanik Gunung Tabgkuban Perahu adapun cirri dari tanah tersebut berwarna hitam, lempung berdebu dan lempung dengan struktur yang lemah dengan konsistensi yang gembur.
4. Profil Organisasi Balitsa
Berdasarkan keputusan Menteri Pertanian No. 160/KPTS/OT.210/3/2000. Bahwa Balitsa Lembang berada di bawah garis operasional Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Hortikultura dan sejajar dengan Balai lainnya Balithi Cianjur dan Balitbu Solok.

Visi dan Misi
Didalam menjalankan tugasnya Balitsa memiliki visi dan misi antara lain:
Visi:
Menjadi/menuju Lembaga Penelitian Tanaman Sayuran Kelas Dunia dalam menciptakan, menghasilkan, dan mengembangkan IPTEK tanaman sayuran yang berorientasi kepada kebutuhan pengguna.
Misi:
1. Menciptakan, menghasilkan, dan mengembangkan IPTEK strategis sayuran sesuai kebutuhan pengguna
2. Mengembangkan jaringan kerjasama Nasional dan Internasional melalui pola kemitraan menuju      kemandirian Penelitian Tanaman Sayuran.
3. Mengembangkan kapasitas dan publisitas serta pelayanan prima dalam penelitian sayuran.

 Tugas dan Fungsi Pokok
Adapun Tugas dan Fungsi Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) melaksanakan penelitian sayuran adalah sebagai berikut:
1.    Pelaksanaan penelitian genetika, pemuliaan, pembenihan, dan pemanfaatan plasma nutfah tanaman   sayuran.
2.      Pelaksanaan penelitian morfologi, ekologi, entomologi, dan fitopatologi tanaman sayuran.
3.      Pelaksanaan penelitian komponen sistem teknologi dan usaha agribisnis tanaman sayuran.
4.      Pemberian pelayanan teknik kegiatan penelitian tanaman sayuran.
5.      Penyiapan kerjasama, informasi dan dokumentasi serta penyebarluasan dan pendayagunaan hasil   
         penelitian tanaman sayuran.
6.      Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga.

Arah dan Strategi Program Penelitian Sayuran
Adapun Arah dan Strategi Program Penelitian Sayuran Balai Penelitian Tanaman Sayuran diantaranya sebagai berikut:
1. Menghasilkan teknologi efektif dan dapat diterapkan
2. Berorientasi agribisnis
3. Menjawab, mengantisipasi, dan menciptakan kebutuhan pengguna
4. Memanfaatkan sumber daya alam secara optimal
5. Memeanfaatkan peta informasi global
6. Mengakomodasikan semua potensi internal untuk mengatisipasi persaingan global
7. Mengembangkan jaringan kerjasama nasional dan internasional

Komoditas Prioritas
Komoditas yang prioritas di Balitsa terdiri dari:
1. Komoditas Utama, meliputi: kentang, cabai merah, bawang merah, kubis, tomat, buncis, kacang  panjang, 
    dan jamur. 
2. Komoditas Prospektif, meliputi: terung, dan mentimun 
3. Komoditas Trendsetter, meliputi: sayuran tropis asli Indonesia

Produk dan Teknologi Unggul
Adapun produk dan teknologi unggul yang terdapat di Balai Penelitian Tanaman Sayuran meliputi:
1. Varietas unggul sayuran yang akan dilepas ke petani, yaitu: kentang, cabai merah, buncis, tomat, mentimun   dan bawang daun.
2. Teknologi Pembenihan, perbanyakan kentang bebas penyakit, teknologi produksi benih sayuran
3.Teknologi Low Enviromental Input Sustainable Agriculture.
4. Perangkat uji ELISA virus kentang
5.Produk kering sayuran
6. Analisis tanah dan tanaman
7. Analisis residu pestisida
8. Biopestisida untuk mengendalikan Organisme Pengganggu Tanaman.
9.Jasa konsultasi agribisnis



C.        Taman Wisata Mekarsari

Taman wisata Mekarsari terletak di alamat: JL. Raya Cileungsi Jonggol Km.3, Cileungsi, Bogor – West Java 16820 TeleponL021) 8231811.
Kebun Wisata Buah dirancang khusus untuk mengajak pengunjung berwisata di tengah kebun buah yang sedang panen. Pengunjung dapat melihat langsung buah – buahan yang masih bergantungan di pohonnya, pengunjung dapat membeli buah – buahan yang tersedia langsung di kebunnya.
Tidak hanya kegiatan memetik atau berbelanja buah, pengunjung dapat mempelajari cara pembudidayaan tanaman buah lengkap dengan tips memanen buah langsung dari para petugas kebun yang selalu siap membantu.
Koleksi Buah Mekarsari
1. Buah Langka
Indonesia terkenal dengan penghasil buah-buah tropis yang mungkin tidak terdapat di negara-negara lain. Namun seiring dengan semakin berkurangnya lahan perkebunan dan hutan, banyak tanaman buah Indonesia yang mendekati kepunahan atau langka bahkan mungkin sudah hilang atau punah sama sekali.
Taman Wisata Mekarsari selain tempat wisata juga merupakan pusat plasma nutfah, pembibitan dan budidaya aneka tanaman buah, telah membudidayakan berbagai jenis tanaman langka di areal “Tanaman Langka”.
2. Buah Produksi
Tanaman buah produksi sering kita jumpai di pekarangan rumah atau kebun-kebun, selain sebagai tanaman penghijauan, hasil dari tanaman ini dapat meningkatkan perekonomian petani, jenis buah-buahannya enak untuk dimakan langsung atau diolah menjadi sirup atau panganan lainnya.
Di Taman Wisata Mekarsari terdapat koleksi aneka tanaman buah produksi yang panennya disesuaikan dengan musim berbuah tanaman itu sendiri.
3. Buah Introduksi
Buah introduksi merupakan buah yang berasal dari negeri lain yang iklimnya berbeda dengan iklim di Indonesia atau yang jarang dijumpai didaerah-daerah sering kita temui di supermarket atau di pasar tradisional bahkan di kios buah pinggir jalan,
Taman Wisata Mekarsari membudidayakan buah introduksi seperti buah naga, abiu dan masih banyak lagi.
Koleksi Tanaman Mekarsari
1. Tanaman Hias
Tanaman hias yang dahulu hanya sebagai penghias taman, ruangan dan aksesoris pemanis dalam sebuah acara atau upacara, entah yang digunakan berdasarkan keindahan bunganya, bentuk daunnya bahkan keunikan tanamannya itu sendiri.
Saat ini tanaman hias sudah tidak menjadi sekedar pelengkap saja melainkan sudah menjadi negara gaya hidup, untuk memenuhi kebutuhan itu Taman Wisata Mekarsari membudidayakan berbagai jenis varian tanaman hias.
2. Tanaman Biofarmaka
Tanaman Biofarmaka biasa dikenal dengan sebutan tumbuhan obat (herbal), di Indonesia yang masyarakatnya hidup secara tradisional sangat mengenal dan familiar dengan berbagai jenis tanaman biofarmaka, mereka mengolah tanaman ini sebagai obat-obatan tradisional.
Tanaman biofarmaka dapat kita jumpai di kebun dan hutan yang tumbuh secara liar, sementara kebutuhan bahan baku obat sangat tinggi sehingga pemerintah menganjurkan budidaya tanaman biofarmaka sebagai tanaman komoditi. Taman Wisata Mekarsari turut serta dalam pelestarian tanaman biofarmaka dengan sebutan “Tanaman Obat Keluarga” yang berlokasi di Wahana Family Garden.
3. Tanaman Pelindung
Di era teknologi dan modern ini negara diseluruh belahan dunia berdiri gedung – gedung pencakar langit dan semakin berkurangnya lahan penghijauan serta hutan yang ada di sekitar kita dan di dunia, hal ini menyebabkan semakin berkurangnya persediaan air tanah dan longsor serta banjir di mana-mana.
Taman Wisata Mekarsari sebagai pusat plasma nutfah dan hortikultura sudah melakukan apa yang menjadi program dunia dengan slogan “Go Green” dengan menanam serta membudidayakan pohon pelindung sebagai tanaman yang berfungsi menahan tanah dari kelongsoran, sebagai penahan, pengikat dan penghasil air serta penyejuk untuk lingkungan di sekitar Taman Wisata Mekarsari itu sendiri.
4. Tanaman Sayur
Saat ini lahan pertanian semakin berkurang kita jumpai terutama untuk sayur segar di daerah perkotaan, tanaman sayur hanya bisa kita jumpai di daerah pedesaan atau pegunungan. Sementara kebutuhan konsumsi akan sayur semakin bertambah setiap harinya.
Hal ini membuat Taman Wisata Mekarsari mengajarkan cara pengolahan, pembibitan dan budidaya sayur di rumah – rumah dengan cara menanam sayur di dalam pot atau dengan cara vertikultur.
5. Tanaman Rempah
Indonesia merupakan negara yang subur dan kaya akan hasil bumi dan kemakmurannya terutama tanaman rempah – rempahnya, hal ini membuat Indonesia terkenal sebagai pusat penghasil rempah-rempah sehingga negara-negara eropa berlomba untuk membeli rempah-rempah Indonesia sejak zaman kerajaan dahulu.
Taman Wisata Mekarsari sebagai pusat pembibitan turut serta melestarikan dan membudidayakan tanaman rempah-rempah ini.
6. Tanaman Industri
Semakin hari negara semakin berkembang, perkembangan negara ini harus didukung pula dengan kebutuhan akan bahan baku negara itu sendiri baik kayu maupun non kayu, sementara lahan hutan negara semakin berkurang dan sempit.
Taman Wisata Mekarsari sebagai pusat plasma nutfah dan hortikultura serta pusat reboisasi telah membudidayakan tanaman negara salah satunya negara non kayu.
7. Tanaman Pangan
Tanaman pangan merupakan salah satu sumber hayati yang sangat penting sebagai sumber kehidupan manusia, di setiap negara bahkan daerah di Indonesia pun kebutuhan akan pangan berbeda – beda mulai dari padi, jagung, sagu bahkan umbi – umbian.
Pangan merupakan sumber komoditi yang sangat vital. Taman Wisata Mekarsari memiliki berbagai jenis tanaman pangan seperti padi, jagung, sukun dan lainnya.




III. KESIMPULAN


Adapun kesimpulan dari laporan ini adalah sebagai berkut yaitu:
1.      Perkebunan Teh Gunung Mas PTPN VIII merupakan perkebunan teh terluas di propinsi Jawa Barat yang didalam perkebunan tersebut terdapat perkebunan sampai proses pengolahan daunt eh.
2.      Balai Penelitian Tanaman Sayuran (BALITSA) merupakan lembaga yang mempunyai fungsi untuk meneliti dan mengembangkan komoditas tanaman sayuran yang mempunyai nilai ekonomi yang tinggi.
3.      Taman Wisata Mekarsari merupakan sebuah taman yang didalamnya terdapat ratusan jenis tanaman khususnya hortikultura yang berguna sebagai media pendidikan dan penelitian bagi masyarakat.








DAFTAR PUSTAKA


Anonymous A. 2012. http://www.kpbptpn.co.id/wisata-25-0-gunung-mas-ptpn-viii-.html#ixzz2IxP3czN9. Diakses pada tanggal 26 Januari 2013 pukul 08.00 WIB.
Anonymous B. 2011. http://www.1001malam.com/surrounding/118/puncak/ perkebunan-teh-gunung-mas.html Diakses pada tanggal 26 Januari 2013 pukul 08.30 WIB.
Khyu, Zhi. 2011. http://khyunyit.blogspot.com/2011/10/sekilas-info-balitsa.html. Diakses pada tanggal 26 Januari 2013 pukul 09.30 WIB.
Mekarsari.2012. http://www.mekarsari.com. Diakses pada tanggal 26 Januari pukul 10.30 WIB.
Raharja Ucu, Karta. 2011. http://jaringnews.com/seleb/hangout/7272/wisata-hemat-ke-kebun-teh-gunung-mas-saja. Diakses pada tanggal 26 Januari 2013 pukul 07.00 WIB.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke blog saya. Berilah komentar yang sopan dan sesuai tatakrama orang Indonesia, terimakasih.